Unsur Intrinsik Cerita- Pada Sebuah Kapal

a.       Sampai bab 10, tema novel ini pada dasarnya adalah tentang kisah percintaan seorang wanita yang haus akan kasih sayang dan kelemahlembutan. Tema di novel ini disajikan secara tersirat, karena di dalam novel ini penulis menggambarkan karakter dengan cukup jelas, seperti cara dia mengkarakteristikan Sri sebagai seorang yang penuh kasih sayang sehingga sewaktu ia diperlakukan tanpa kasih sayang oleh Charless, dia merasa sangat benci dengan suaminya itu dan merasa bahwa hanya dia butuh disayang.

b.       Latar cerita ini pertama-tama adalah di kota Yogyakarta, Bandung, Salatiga, dan Jakarta. Tetapi diceritakan setelah ia menikah dengan Charless, dia menetap di Jepang atas tuntutan pekerjaan suaminya.  Setelah beberapa tahun di Jepang dan merasa dia sudah tidak cinta dan dicintai oleh suaminya. Pada saat Charless mau pergi berkeliling ke India, dia tidak memperbolehkan Sri untuk ikut bersamanya ,jadi dia pergi dengan anaknya ke beberapa Negara dengan kapal laut. Di kapal itu dia bertemu dengan seorang komandan kapal dan jatuh cinta. Latar di cerita ini sangat mendukung kejadian-kejadian di kehidupan Sri. Contohnya sewaktu dia bertemu dengan pria lain, si pengarang memilih untuk mempertemukan mereka di kapal mungkin karena di situ adalah tempat ia terbebas dari suaminya sekaligus berlibur, bertemu orang lain dan juga menonjolkan bakatnya di antara orang lain.

c & d

Alur cerita di dalam novel ini mulai cepat setelah bab ke 2. Alur ceritanya menjadi jauh lebih menarik dan juga membuat pembaca penasaran dengan apa yang terjadi setelahnya. Konflik-konflik di kehidupan Sri membuat alur cerita menjadi lebih teratur, karena konflik itulah yang mengantar cerita untuk berpindah latar dari satu kejadian ke kejadian lainnya. Konflik si tokoh dengan suaminya sendiri sangat menarik, karena pengarang menuliskan dengan jelas apa yang Sri pikirkan akan suaminya, dan betapa dia berusaha untuk mengontrol emosinya di depan orang lain ketika ia mendapatkan suaminya bertindak kurang sopan terhadapnya. Dan juga konflik Sri dengan dirinya sendiri, ketika pikirannya dan hatinya berdebat untuk memutuskan sesuatu, contohnya ketika bertemu dengan Michel di kapal , pikirannya mengatakan bahwa dia harus setia pada suaminya, tetapi hatinya tidak bisa bohong bahwa dia mencintai Michel.

e& f.

Tokoh di cerita ini adalah salah satu bagian yang membuat novel ini menjadi menarik. Tokoh protagonisnya tak lain adalah Sri, sedangkan tokoh antagonisnya bisa dibilang adalah Charles, karena dia hampir setiap kali menentang apa saja yang dilakukan Sri. Dan Sri kebanyakan mengalah, sampai suatu saat dia merasa bahwa dia berhak untuk melakukan apa yang hendak dia lakukan. Ada beberapa perubahan yang terjadi pada si tokoh utama. Di awal-awal novel dia diceritakan sebagai orang yang lembut dan penuh kasih sayang, tetapi setelah dia menikah dengan Charles, Sri berubah menjadi orang yang lebih keras perilakunya sehingga dia berubah dari lembut menjadi sedikit lebih kasar dan berani mengungkapkan apa yang dipikirkannya, setelah dia merasa bahwa Charles tidak menghargai dia. Tetapi setelah Sri bertemu dengan Michel, dia menjadi lebih acuh terhadap perlakuan suaminya karena dia merasa sudah ada orang lain yang mencintai dia sehingga terlihat sangat kontras dengan perlakuan suaminya terhadapnya. Juga terlihat bahwa dari hari ke hari, Sri menjadi lebih menyayangi anaknya. Sebelum ia berlayar dengan anaknya, di tulis bahwa dia tidak peduli kalau sampai dia cerai dengan Charless, dia tidak akan menanggung anaknya dan akan membawanya ke panti asuhan kalau tidak ada yang mau menanggung anaknya. Tetapi setelah lama dia bersama dengan anaknya, baru terlihat bahwa ia menyayangi anaknya. Ini terlihat secara tidak langsung sewaktu Sri mengorbankan waktunya untuk main bersama anaknya dan juga sewaktu ia memutuskan untuk tidak pergi ke luar ketika tidak ada yang bisa dititipi anaknya.

g.    Moral di cerita ini belum terlihat secara utuh, karena saya baru membaca setengah dari buku ini. Sejauh ini, menurut saya moralnya adalah “Harus berpikir matang-matang sebelum mengerjakan sesuatu”. Saya rasa begitu karena setelah dia menikah dengan Charless yang dikira akan dicintainya seiring waktu, ternyata ia mendapatkan jawaban yang salah karena seiring waktu Charless berubah dan Sri menjadi tidak mencintainya dan menyesal karena dia telah menikahi orang yang sama sekali tidak dicintainya.

h.    Pengarang menulis buku ini melalui sudut pandang orang pertama, yaitu Sri. Dengan ini pembaca dapat mengetahui apa yang dipikirkan Sri dengan lebih jelas karena dia menuliskan banyak hal yang sedang ada di pikiran Sri.

i.      Cara pengarang mengolah bahasa cerita adalah bisa dibilang komunikatif sehingga novel ini menjadi mudah dipahami. Meskipun kadang ada beberapa bagian yang agak berbelit, pengarang tetap mengusahakan untuk membuat novel ini mudah di cerna dan dinikmati oleh pembaca.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: